GLOKALISASI PARIWISATA BALI: PURA SEBAGAI DESTINASI WISATA DI BALI
DOI:
https://doi.org/10.5614/wpar.2026.24.1.02Kata Kunci:
glokalisasi, pura, pariwisata budaya, Bali, komodifikasi, pelestarian budayaAbstrak
Glokalisasi merupakan respons terhadap arus globalisasi yang masif, terutama dalam sektor pariwisata yang mendorong terjadinya kontak budaya antara masyarakat lokal dan wisatawan global. Bali sebagai destinasi wisata budaya mengalami dinamika glokalisasi yang signifikan, salah satunya melalui transformasi fungsi Pura, dari ruang sakral menjadi objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan implikasi glokalisasi dalam pengelolaan Pura sebagai destinasi wisata, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat Bali dalam menjaga nilai sakral dan identitas budaya. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi, dan analisis kasus Pura Luhur Uluwatu, ditemukan bahwa adaptasi budaya lokal terhadap tuntutan pariwisata global terjadi melalui pengaturan akses, penggunaan atribut adat, dan edukasi wisatawan. Namun, gesekan antara kepentingan spiritual dan komersial tetap menjadi tantangan serius. Fenomena ini mencerminkan dilema antara pelestarian dan komodifikasi budaya. Oleh karena itu, glokalisasi dalam konteks ini harus dimaknai sebagai strategi untuk mempertahankan esensi budaya lokal, bukan sekadar alat komersialisasi. Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan, bermartabat, dan berakar pada nilai-nilai kearifan lokal Bali.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 dinar pramesti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.