ANALISIS DISPERSI PENCEMAR UDARA PM10 DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN WRFCHEM DATA ASIMILASI

Alvin Pratama, Asep Sofyan

Abstract


Abstrak: Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan utama di kota-kota besar di Indonesia, salah satunya Kota Bandung. Permasalahan ini muncul akibat semakin tingginya kebutuhan dan tingkat aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Hal ini menjadi salah satu pemicu semakin tingginya konsentrasi polutan di atmosfer yang dapat memengaruhi kehidupan manusia ataupun ekosistem. Di atmosfer, tingkat konsentrasi dan pergerakan polutan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi meteorologi, karakteristik topografi, dan sumber emisi. Untuk mengetahui pesebaran dan tingkat konsentrasi polutan tersebut, dilakukan simulasi menggunakan model WRFCHEM. Simulasi ini memanfaatkan data Automatic Weather Station dan data inventarisasi emisi Kota Bandung menggunakan metode asimilasi. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa emisi terbesar kota Bandung bersumber dari kendaraan bermotor yang didominasi di bagian selatan yaitu tol Padaleunyi dan Jalan Soekarno Hatta. Sedangkan pemanfaatan data asimilasi dalam model WRFDA, mampu meningkatkan akurasi parameter meteorologi dari hingga 7%. Pesebaran polutan di kota Bandung sangat dipengaruhi oleh faktor lokal dan fenomena monsun. Pada bulan kering, polutan cenderung tersebar ke arah utara dan barat, sedangkan pada bulan basah cenderung tersebar ke arah selatan dan timur. Selain itu, tingginya kecepatan angin pada bulan kering (dari arah selatan dan tenggara) dan karakter topografi yang datar (di selatan) menyebabkan PM10 tersebar hingga keluar Kota Bandung. Sedangkan pada bulan basah, pelemahan kecepatan angin akibat topografi yang komplek di utara Kota Bandung meyebabkan PM10 cenderung tidak terdispersi dengan baik. Dari hasil simulasi tersebut, juga terdapat beberapa daerah yang perlu menjadi prioritas pengelolaan kualitas udara jika dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan PP 41 Tahun 1999. Daerah-daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus diantaranya Rancabolang, Mekarjaya dan Pasirluyu.

 

Kata kunci: Pencemaran Udara, WRFCHEM, Asimilasi data, PM10, Kota Bandung

 

Abstract: Air pollution is one of the main problems in big cities in Indonesia, one of which is the city of Bandung. This problem arises due to the increasing needs and level of activity carried out by humans. This has become one of the triggers of higher concentrations of pollutants in the atmosphere that can affect human life or ecosystems. In the atmosphere, the level of concentration and movement of pollutants is influenced by various factors, such as meteorological conditions, topographic characteristics, and emission sources. To find out the distribution and concentration level of these pollutants, simulations were carried out using the WRFCHEM model. This simulation utilizes Automatic Weather Station data and Bandung City emissions inventory data using the assimilation method. From the simulation results it was found that the biggest emissions of the city of Bandung were sourced from motor vehicles dominated in the southern part of the Padaleunyi toll road and Jalan Soekarno Hatta. While the use of assimilation data in the WRFDA model, can improve the accuracy of meteorological parameters from up to 7%. The spread of pollutants in the city of Bandung is strongly influenced by local factors and the phenomenon of the monsoon. In the dry month, pollutants tend to spread to the north and west, while in the wet months tend to spread to the south and east. In addition, the high wind speed in the dry months (from the south and southeast) and the flat topographic character (in the south) causes PM10 to spread out of the city of Bandung. Whereas in the wet month, the weakening of the wind speed due to the complex topography in the north of Bandung city causes PM10 to not be well dispersed. From the results of the simulation, there are also some areas that need to be prioritized in air quality management when compared with the quality standards based on PP 41 of 1999. Areas that need special attention include Rancabolang, Mekarjaya and Pasirluyu.

 

Keywords: Air Pollution, WRFCHEM, Data assimilation, PM10, Bandung City


Full Text:

PDF

References


Faisal, I., & Sofyan, A. (2019). Analisis Pengaruh Variasi Musiman Terhadap Dispersi No2 Di Kota Tangerang Dengan Menggunakan Model Wrf-Chem. Jurnal Teknik Lingkungan, 25(1), 1-14.

Holton, J., An Introduction to Dynamic Meteorology (4th ed), California: Elsevier Academic Press (2014)

Ismiyati, Marlita, D., & Saidah, D, J. Manajemen Transportasi & Logistik (JMTTransLog), 01, 241-247 (2014)

Jenned, M. L., & Dewi, K. (2017). Analisis Dispersi Polutan Dari Multiple Sources Operasional Pltu Batubara X Sebagai Media Perhitungan Valuasi Ekonomi. Jurnal Teknik Lingkungan, 23(2), 53-63.

Junnaedi, I. (2008), Thesis Program Magister, 20-25 (2008)

Karlicky, J., Huszar, P., & Halenka, T, J. Adv in Sci & Research, 14, 181-186 (2017).

Kombara, Y. P., Junnaedhi, I. D., & Riawan, E, Bandung: Program Studi Meteorologi (2016)

Kumar, A., Jimenez, R., & Rojas, N. Y,. J. Aerosol and Air Quality Research, 16, 1206-1221 (2016)

Lestari, P, Bandung: Forum Guru Besar ITB (2016)

Megatronika, A, Bandung: Program Studi Meteorologi 2013)

Rakesh, V., & Goswami, P, J. Geophysical Research: Atmosphere, 120, 359-377 (2013).

Ramadhan, M, Bandung: Program Studi Meteorologi ITB (2014).

Stull, B, An Introduction to Boundary Layer Meteorology. Boston: Kluwer Academic Publishers (1998).

Wu, L., H, Kalashnikova., Jiang, J. H., Zhao, C., Garay, M. J., Yu, N. J. Atmospheric Chem & Phy, 17, 7291 – 7309 (2017)




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fj.tl.2020.26.1.2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.