KAJIAN PUSTAKA TUMBUHAN INDONESIA SEBAGAI AGEN PROTEKSI KERUSAKAN GINJAL

https://doi.org/10.5614/api.v47i1.16957

Authors

  • Attifah Zahra Shafira Kelompok Keilmuan Farmakologi-Farmasi Klinik. Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung, 40132
  • Elin Yulinah Sukandar
  • Nova Suliska

Keywords:

gagal ginjal, proteksi, ekstrak, tumbuhan

Abstract

Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring zat sisa dari darah dengan baik. Penanganan gagal ginjal memerlukan biaya yang tidak seidkit. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengumpulkan tumbuhan Indonesia yang memiliki efek proteksi terhadap kerusakan ginjal sehingga dapat mencegah maupun menghambat progresivitas kerusakan ginjal. Tumbuhan Indonesia yang digunakan pada kondisi akut terdapat 11 tumbuhan, diantaranya akar manis, bawang putih, binahong, jinten hitam, kelor, ketumbar, mimba, pepermin, rosmery, salam koja, dan tomat, sedangkan yang digunakan pada kondisi kronis terdapat 6 tumbuhan, diantaranya cengkeh, daun gedi, kunyit, lada, meniran, dan srikaya. Tumbuhan Indonesia yang dapat digunakan pada kondisi akut dan kronis terdapat 6 tumbuhan, diantaranya anggur, delima, jahe, kelabet, kelembak, dan teh. Berdasarkan 23 tumbuhan yang diperoleh, terdapat 4 tumbuhan yang sesuai dengan penggunaan empiris untuk mengatasi penyakit ginjal, diantaranya meniran, akar manis, mimba, dan jinten hitam. Tumbuhan sebagai agen proteksi kerusakan ginjal yang potensial untuk kondisi kerusakan akut, diantaranya ekstrak etanol teh hijau, metabolit tomat yaitu likopen, jus bawang putih, minyak biji delima, dan serbuk biji kelabet, sedangkan untuk kondisi kronis, diantaranya ekstrak air teh hijau, ekstrak metanol daun delima, atau ekstrak etanol rizoma jahe, metabolit kunyit yaitu kurkumin, minyak biji delima, dan serbuk biji kelabet.

Published

2022-07-31

How to Cite

Attifah Zahra Shafira, Sukandar, E. Y., & Suliska, N. (2022). KAJIAN PUSTAKA TUMBUHAN INDONESIA SEBAGAI AGEN PROTEKSI KERUSAKAN GINJAL. Acta Pharmaceutica Indonesia, 47(1), 19 - 28. https://doi.org/10.5614/api.v47i1.16957

Issue

Section

Review