PENYISIHAN MERKURI (Hg) DARI AIR HASIL PENCUCIAN TANAH MENGGUNAKAN ADSORBEN GAC TERIMPREGNASI Fe DAN Ce

Rizki Rilda Aulia, Agus Jatnika Effendi

Abstract


Abstrak. Merkuri banyak digunakan secara bebas dalam proses amalgamisasi pada pertambangan emas skala kecil (PESK), salah satunya di Kabupaten Lebak, Banten. Merkuri dapat mengalami transformasi sehingga dapat meningkatkan mobilitas dan sifat racunnya. Hal ini menjadi perhatian karena dapat menjadi potensi polusi pada permukaan tanah, air tanah, penyerapan oleh tumbuhan serta bioakumulasi pada rantai makanan. Pada penelitian pendahuluan dilakukan proses remediasi merkuri pada tanah dengan metode soil washing menggunakan pelarut KI. Namun pada pengolahan menggunakan metode soil washing, air hasil pencucian membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum akhirnya dibuang karena memiliki konsentrasi merkuri melebihi baku mutu (1-3 ppm) sehingga perlu dilakukan pengolahan lanjutan yakni adsorpsi menggunakan adsorben GAC terimpregnasi Fe dan Ce dengan sistem batch. Berdasarkan PP No 101 Tahun 2014 tentang pengolahan limbah B3, baku mutu merkuri pada TCLP A 0,3 ppm dan TCLP B 0,05 ppm. Percobaan menunjukan bahwa sistem batch memiliki nilai kapasitas adsorpsi terbaik pada jenis adsorben GAC-Ce sebesar 0,087 mg/g dan konsentrasi merkuri mengalami penurunan hingga mencapai 0,443 ppm. Proses adsorpsi merkuri menggunakan GAC, GAC-Fe dan GAC-Ce lebih cocok dimodelkan dengan model isotherm Freundlich. Proses adsorpsi merkuri menggunakan GAC dan GAC-Fe mengikuti kinetika orde kedua semu sedangkan GAC-Ce mengikuti kinetika orde dua.

 

Kata kunci: adsorpsi, GAC, merkuri, impregnasi, air soil washing, batch.

 

 

Abstract. Mercury is widely used freely in the process of amalgamization in small scale gold mining (ASGM), one of which is in Lebak Regency, Banten. Mercury can undergo transformation so that it can increase its mobility and toxicity. This is a concern because it can be a potential pollution on the ground surface, ground water, absorption by plants and bioaccumulation in the food chain. In a preliminary study carried out the process of remediation of mercury in the soil with the method of soil washing using KI solvent. However, in the processing using the soil washing method, the washing water needs further treatment before finally being discharged because it has mercury concentrations exceeding the quality standard (1-3 ppm) so that further processing needs to be done ie adsorption using GAC adsorbent impregnated with Fe and Ce with a batch system. Based on PP No. 101 of 2014 concerning B3 waste treatment, the mercury quality standard at TCLP A is 0.3 ppm and TCLP B is 0.05 ppm. Experiments show that the batch system has the best value of adsorption capacity in the type of GAC-Ce adsorbent of 0.087 mg / g and the concentration of mercury has decreased to reach 0.443 ppm. The mercury adsorption process using GAC, GAC-Fe and GAC-Ce is more suitable to be modeled with the Freundlich isotherm model. The mercury adsorption process uses GAC and GAC-Fe following pseudo second-order kinetics while GAC-Ce follows second-order kinetics.

 

Keywords: adsorption, GAC, mercury, impregnation, air soil washing, batch.


Full Text:

PDF

References


Abuzar, S., Dewilda, Yommi dan Stefani, Windy. 2014. Analisis Penyisihan COD Limbah Cair Hotel Menggunakan Serbuk Kulit Jagung. Jurnal Teknik Limgkungan UNAND. 18-27.

Afifah, N. A. (2018). Identifikasi sebaran logam berat arsen (As) pada air tanah dangkal dengan metode kriging (Studi kasus: Air tanah dangkal SubDAS Ciwidey). Bandung: Tesis Program Magister, Institut Teknologi Bandung.

C. Aspinall. (2001): Small-scale Mining in Indonesia. Indonesia Institute for Environment and Development, Mining Minerals and Sustainable Development Report, Jakarta.

Calvin. (2018): Studi Adsorpsi Merkuri Menggunakan Karbon Aktif Berbahan Baku Kulit Durian (Aplikasi pada Limbah Pertambangan Emas Rakyat dari Kab. Mandailing Natal). Jurnal Teknik Lingkungan USU.

Hadi, P., to, Ming-Ho., Hui, Chi-Wai., dkk. 2014. Aqueous Mercury Adsorption by Activated Carbon. Manuscript. Chemical and Biomolecular Engineering Departement. Hong Kong University of Science and Technology.

Hutapea, Kartini Efridawati. 2018. Penyisihan Kadar Logam Fe dan Mn dari Air Sumur dengan Menggunakan Kulit Singkong sebagai Adsorben. Skripsi. Universitas Sumatra Utara.

Jatmiko, Tri Hadi. (2013): Pemanfaatan Karbon Aktif dari Limbah Tempurung Kemiri untuk Adsorpsi Limbah merkuri-Hg (II). Prosiding Seminar Nasional Peran Teknologi di Era Globalisasi ke 2. Teknik Kimia, ITM, Medan.

Karthika, N., Jananee, K dan Murugaiyan, V. (2016): Remediation of Contaminated Soil Using Soil Washing-a Review. Journal of Engineering Research and Applications. 2248-9622 Vol 6.

Khalid, Sana., Shahid, Muhammad., Niazi, Nabeel., Murtaza, Behza., Bibi, Irshad dan Dumat, Camille. (2017): A comparison of techbologies for remediation of heavy metal. Journal of Geochemical Exploration. 182 (2017) 247-268.

Liu, Lianwen., Li, Wei dan Guo, Mingxin. (2018): Remediation techniques for heavy metal-contaminated soils: Principles and applicability. Jurnal Science of the Total Environment. 633 (2018) 206-219.

Payne, K. B., & Abdel-Fattah, T. M. (2005). Adsorption of arsenate and arsenite by iron-treated activated carbon and zeolites: effects of pH, temperature, and ionic strength. Journal of Environmental Science and Health, 723-749.

Raychoudhury, T., Schiperski, F dan Scheytt, T. (2015): Distribution of Iron in Activated Carbon Composites: Assessment of Arsenic Removal Behavior. Journal. IWA Publishing.

Riyandini, V L dan Effendi, A J. 2019. Analisis Koefisien Distribusi (Kd) pada Tanah Tercemar Merkuri Di Provinsi Banten Menggunakan Potassium Iodida dengan Metode Soil Washing. Tesis. Institut Teknologi Bandung.

Utami, J B., Wijaya, G S., Sediawan, W B., dkk. 2015. Prediksi Kesetimbangan Adsorpsi Uranium Pada Air dan Berbagai Sedimen. Jurnal Forum Nuklir. Vol 9. No 2. 29-37.

Yani. (2013): Akibat Limbah Pengolahan Emas, 8 Warga Citorek Keracunan. http://harianjayapos.com/detail-2834-akibat-limbah-pengolahan-emas8-warga-citorek-keracunan.html (Diakses pada 29 Januari 2019).




DOI: http://dx.doi.org/10.5614%2Fj.tl.2020.26.1.3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.